<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1050">
 <titleInfo>
  <title>Optimalisasi Penyuluhan dengan Metode Presentasi di Majelis Taklim Tanbihul Ghofilin Kec.Kebayoran Baru Jakarta Selatan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aris Dhiya’ul Fauzain, S.Th.I</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>BDK Jakarta</publisher>
  <dateIssued>2022</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>75 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam aktualisasi ini penulis memilih isu “Belum optimalnya penyuluhandi majelis taklim”. Karena pada dasarnya tugas Penyuluhan Agama dianggapberhasil jika pengaruh dari kegiatan itu telah menimbulkan perubahan padaaspek pemahaman, keyakinan, kesadaran dan cara berperilaku sasaran, sertaterwujudnya kehidupan beragama yang dinamis dan harmonis. Hal ini jugasejalan dengan target Bimas Islam Kandepag Jakarta Selatan, yangmenyatakan bahwa penyuluhan harus berhasil menciptakan atau meningkatkan4 aspek pada pribadi jamaah, yaitu: aqidah, ibadah, ilmu dan akhlak.2Namun penyuluhan yang dilakukan di majelis taklim saat ini kebanyakanatau bahkan hampir semuanya masih dengan metode ceramah. Hal ini jelasmenyebabkan kurang optimalnya penyuluhan karena metode ini cenderungtertutup dan hanya berjalan satu arah, jamaah bersifat pasif hanya dudukmendengarkan saja, sehingga pemahaman jamaah seperti apa tidak dapatdiketahui.Penyuluhan yang berjalan searah juga dimungkinkan tidak dapatmengontrol pertumbuhan pemikiran radikalisme yang berkembang di Indonesia.Ada beberapa indikasi-indikasi yang dapat terlihat, namun seringkali terlihatsepele, seperti sering menjelekkan orang lain dengan cara membicarakankejelekan orang tersebut (ghibah), pemikiran eksklusif menganggap diri palingbenar, pemikiran yang gampang mengkafirkan orang lain. Tapi meski terlihatsepele, itu semua adalah diantara benih-benih pemikiran radikalisme. Karena iniadalah pemikiran maka tidak akan terlihat jika tidak diungkapkan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Aris Dhiya’ul Fauzain, S.Th.I</note>
 <subject authority="">
  <topic>OPTIMALISASI PENYULUHAN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Majelis Taklim Tanbihul Ghofilin</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Presentasi</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>REPOSITORY BALAI DIKLAT KEAGAMAAN JAKARTA REPOSITORY BALAI DIKLAT KEAGAMAAN JAKARTA</physicalLocation>
  <shelfLocator>LA-01104</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2022001104</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (lantai 2)</sublocation>
    <shelfLocator>LA-01104</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>Screenshot_%2528408%2529.png.png</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1050</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-11-06 10:55:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-11-06 10:56:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>