<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="148">
 <titleInfo>
  <title>DIGITALISASI LAPORAN HASIL AUDIT DI SUB BAGIAN PENGELOLAAN HASIL PENGAWASAN INSPEKTORAT JENDERAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHMAD NURUL FURQON</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>BDK Jakarta</publisher>
  <dateIssued>2021</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>59 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Inspektorat Jenderal dituntut untuk semakin meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya terkait pengawasan dan saat ini salah 4 satu tugasnya adalah pendampingan. Salah satu hal yang sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas kinerja Inspektorat Jenderal adalah pengadministrasian berkas pengawasan yang baik. Pada Sub Bagian Pengelolaan Hasil Pengawasan Internal, pengadministrasian berkas pengawasan dirasa masih belum optimal. Sebagai contoh, pengadministrasian berkas pengawasan di Sub Bagian Pengelolaan Hasil Pengawasan Internal masih belum tertata dengan baik dan belum memanfaatkan teknologi informasi yang semakin berkembang saat ini. Selain itu, bank data hasil pengawasan juga masih belum optimal. Impilkasinya, seringkali terjadi kesulitan saat pimpinan atau auditor membutuhkan berkas pengawasan tersebut karena berkasnya tercecer atau hilang. Hal ini juga menyebabkan proses rekonsiliasi data antara Sub Bagian Pengelolaan Hasil Pengawasan dan Inspektorat Wilayah menjadi terhambat yang berdampak apabila Pimpinan melakukan perumusan kebijakan atau mengambil keputusan mengalami hambatan karena data tidak bisa didapatkan secara cepat dan update.</note>
 <note type="statement of responsibility">AHMAD NURUL FURQON</note>
 <subject authority="">
  <topic>DIGITALISASI</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PENGELOLAAN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INSPEKTORAT JENDERAL</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>REPOSITORY BALAI DIKLAT KEAGAMAAN JAKARTA REPOSITORY BALAI DIKLAT KEAGAMAAN JAKARTA</physicalLocation>
  <shelfLocator>LA.0124</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">202100124</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (lantai 2)</sublocation>
    <shelfLocator>LA.0124</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>AHMAD_NURUL_FURQON.png.png</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>148</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-18 10:15:54</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-18 10:17:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>