<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="196">
 <titleInfo>
  <title>Pembuatan Modul Ajar Perpajakan Sebagai Pengembangan Bahan Ajar di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya Tangerang Banten</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andhyka Wicaksono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>BDK Jakarta</publisher>
  <dateIssued>2021</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>240 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selain itu pertimbangan lain dalam mengembangkan bahan ajar adalah karakteristik sasaran. Bahan ajar yang dikembangkan orang lain seringkali tidak cocok untuk beberapa mahasiswa. Ada sejumlah alasan ketidakcocokan, misalnya lingkungan sosial, geografis, dan budaya. Selain lingkungan sosial, budaya, dan geografis, karakteristik sasaran juga mencakup tahapan perkembangan mahasiswa, kemampuan awal yang telah dikuasai, minat, dan latar belakang keluarga. Oleh karena itu, bahan ajar yang dikembangkan sendiri dapat disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa sebagai sasaran. Dalam kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan dari tanggal 14 September sampai 20 Oktober 2021, peserta memfokuskan pada isu belum tersedianya modul ajar Perpajakan 4 sebagai pengembangan bahan ajar. Isu ini diperoleh setelah melakukan penyaringan dan proses analisis isu seperti Tapisan Isu dan Urgency Seriousness Growth (USG) terhadap sejumlah isu-isu kontemporer yang ada di STABN Sriwijaya Tangerang Banten. Setelah memperoleh isu utama tersebut, peserta melakukan analisis Diagram Fishbone untuk mencari akar permasalahan dari isu tersebut sehingga pada akhirnya diperoleh gagasan pemecahan isu, yaitu “Pembuatan Modul Ajar Perpajakan sebagai pengembangan bahan ajar” dengan harapan proses pembelajaran yang optimal dapat tercapai.</note>
 <note type="statement of responsibility">Andhyka Wicaksono</note>
 <subject authority="">
  <topic>Perpajakan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STABN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Sriwijaya Tangerang Banten</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>REPOSITORY BALAI DIKLAT KEAGAMAAN JAKARTA REPOSITORY BALAI DIKLAT KEAGAMAAN JAKARTA</physicalLocation>
  <shelfLocator>LA.0171</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">202100171</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library (Lantai 2)</sublocation>
    <shelfLocator>LA.0171</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>Andhyka_Wicaksono_2.png.png</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>196</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-19 10:00:08</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-19 10:01:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>